Kamis, 06 Januari 2011

Padang Bintang ..

Padang bintang, yaitu langit malam, bisa dianalogikan sebagai tempat dimana semua mimpi dalam hidup seseorang berada..



Setiap orang pasti punya segudang mimpi dalam hidupnya, baik itu mimpi yang sederhana, hingga mimpi yang menjadi tujuan utama dalam hidupnya yang apabila tercapai, akan menjadi sumber kebahagiaan sesungguhnya dari kehidupan orang tersebut. 


Di dunia ini, terdapat berbagai perbedaan dari masing2 manusia dalam menggapai atau meraih mimpinya. Ada tiga tipe orang yang menyikapi dan memperlakukan mimpi2 dalam hidupnya, yaitu:


  1. Orang yang berusaha sekeras mungkin untuk dapat dan mampu menggapai mimpi dalam hidupnya, karena orang itu sangat yakin dan mengingini mimpi itu untuk ia miliki. Menurut pandangan saya, tipe orang yang beruntung dapat menggapai mimpinya seperti ini, pastilah memiliki kebahagiaan tersendiri ketika meraih mimpinya, terlepas dari bagaimana dan sebesar juga sekeras apa usaha yang telah ia lakukan untuk dapat meraih mimpinya. Hal ini dapat menunjukkan bahwa seseorang yang mampu meraih impian atau mimpinya, pastilah orang tersebut adalah seorang yang kerja keras, realistis, juga optimis. 
  2. Orang yang membuang jauh2, mengubur dalam2 mimpi di hidupnya, entah itu karena orang tersebut memiliki mimpi baru yang bertentangan dengan mimpi sebelumnya, atau mungkin karena orang tersebut menyadari, bahwa mimpinya itu terlalu mustahil untuk dicapai. Ada dua kemungkinan dari orang yang menjadi tipe kedua ini. Mungkin saja dengan mengubur dalam2 mimpinya semula ini justru akan memberikan suatu kebagaiaan yang sebelumnya tak terpikir olehnya, karena tenyata mimpi baru yang lebih indah telah menunggu di kehidupannya kedepan. Namun, mungkin juga orang ini mengalami sedih yang teramat sangat karena terpaksa mengubur mimpi indahnya karena faktor2 tertentu yang tidak mendukung. Namun, bagi kedua kemungkinan orang ini, orang di tipe mimpi yang kedua ini pastilah seseorang yang teramat sangat pemberani! Karena dia mampu mengambil langkah besar untuk menghapus angan2nya untuk meraih mimpinya tersebut. Orang tipe ini sangat tegar dalam menghadapi kenyataan hidup. 
  3. Orang yang hanya menyimpan mimpinya di dalam diri hingga seumur hidupnya. Tipe terakhir ini bagaikan dua bilah mata pisau. Di satu sisi orang tersebut sangat mengingini tercapainya mimpi itu, namun disisi lain, hal itu tidak dapat atau terlambat untuk diraih, padahal mimpi itu teramat penting dan indah bagi hidupnya. Hal yang paling sering orang lakukan apabila menghadapi kenyataan hidup seperti ini adalah dengan melakukan hal diatas, yaitu hanya mampu menyimpan mimpi seumur hidupnya. Sungguh miris rasanya jika seseorang mengalami hal ini. Selalu tebayang akan mimpi itu, namun tak kunjung dapat meraihnya karena mustahil untuk digapai. Terkadang hal ini mengganggu kehidupan orang tersebut, karena orang tesebut selalu berpaling dari kehidupan nyatanya yang mengatakan bahwa mimpi itu bukan untuknya. kadangkala hal ini membuat dia tidak dapat menikmati perjalanan hidupnya saat ini. Seringkali,
    "dia merasa kehilangan mimpinya tanpa menyadari dan mensyukuri apa yang telah dia miliki saat ini",

    "merasa memiliki apa yang dia miliki dihidupnya saat ini tanpa mengetahui apa yang sebenarnya dia ingini",

    "dan dia melewatkan hari2 indah dalam hidupnya karena terlalu memikirkan mimpi indahnya."

    Namun ada juga orang yang menanggapinya dengan cukup baik, mimpinya yang hanya bisa ia simpan semumur hidupnya, ia jadikan sebagai suatu kenangan perjalanan hidup yang indah, ia nikmati adanya proses kehidupan yang mengharuskan ia merasakan bagaimana rasanya memiliki mimpi indah yang akan tetap selalu menjadi mimpi di dalam hidupnya. Namun, bagi orang yang terlarut-larut dalam kesedihan akan mimpinya yang ia dambakan tak kunjung datan.
Dari ketiga tipe orang dalam menyikapi mimpi ini, saya ingin menjadi seorang yang menjadi tipe kesatu, meraih mimpi yang saya inginkan dalam hidup ini dengan usaha yang sebanding dengan kebahagiaan yang akan saya raih saat menggapai mimpi itu, aamiin :)



kenapa saya tidak ingin menjadi seorang tipe dua atau tiga? Jelas, pertama, karena kedua tipe itu tidak mampu menggapai mimpinya. Kedua, ada hal lain yang mendasari diri saya untuk tidak menjadi tipe orang seperti itu, yaitu karena saya YAKIN akan rencana Tuhan, hidup ini semua atas kehendak Tuhan, semua peristiwa di hidup ini terjadi atas keputusan Tuhan. Dan keputusan Tuhan adalah keputusan TERBAIK untuk manusia. Dibalik smua peristiwa dalam hidup yang telah Tuhan putuskan terjadi kepada kita, baik itu keputusan yang membahagiakan ataupun yang menyedihkan bagi kita, temasuk pencapaian mimpi ini, pasti terdapat hikmah didalamnya, pasti terdapat rencana yang lebih indah didalamnya :)



dan saya percaya itu :)

GENE THERAPY, NEW HOPE FOR HUMANKINDS’ LIFE



ü  Imagine that you accidentally broke one of your neighbor's windows. What would you do? You could:
  1. Stay silent: no one will ever find out that you are guilty, but the window doesn't get fixed.
  2. Try to repair the cracked window with some tape: not the best long-term solution.
  3. Put in a new window: not only do you solve the problem, but also you do the honorable thing.
ü  You can think of a medical condition or illness as a "broken window." Many medical conditions result from flaws, or mutations, in one or more of a person's genes. Mutations cause the protein encoded by that gene to malfunction. When a protein malfunctions, cells that rely on that protein's function can't behave normally, causing problems for whole tissues or organs. Medical conditions related to gene mutations are called genetic disorders.
So, if a flawed gene caused our "broken window," can you "fix" it? What are your options?
  1. Stay silent: ignore the genetic disorder and nothing gets fixed.
  2. Try to treat the disorder with drugs or other approaches: depending on the disorder, treatment may or may not be a good long-term solution.
  3. Put in a normal, functioning copy of the gene: if you can do this, it may solve the problem!
If it is successful, gene therapy provides a way to fix a problem at its source.
Gene therapy
is the insertion of genes into an individual's cell and biological tissues to treat disease, such as cancer where deleterious mutant alleles are replaced with functional ones.
Gene therapy may be classified into the two following types:

Germ line gene therapy
In the case of germ line gene therapy, germ cells, i.e., sperm or eggs, are modified by the introduction of functional genes, which are ordinarily integrated into their genomes. Therefore, the change due to therapy would be heritable and would be passed on to later generations. This new approach, theoretically, should be highly effective in counteracting genetic disorders and hereditary diseases. However, many jurisdictions prohibit this for application in human beings, at least for the present, for a variety of technical and ethical reasons.
Somatic gene therapy
In the case of somatic gene therapy, the therapeutic genes are transferred into the somatic cells of a patient. Any modifications and effects will be restricted to the individual patient only, and will not be inherited by the patient's offspring or later generations.
Gene Therapy: requirements
  • The gene must be identified and cloned.This has been done for the ADA gene.
ADA deficiency is a rare genetic disease. The normal ADA gene produces an enzyme called adenosine deaminase, which is essential to the body's immune system. Patients with ADA deficiency do not have normal ADA genes and do not produce functional ADA enzymes. ADA-deficient children are born with severe immunodeficiency and are prone to repeated serious infections, which may be life-threatening. Although ADA deficiency can be treated with a drug called PEG-ADA, the drug is extremely costly and must be taken for life by injection into a vein.
ADA deficiency was selected for the first approved human gene therapy trial for several reasons:
    • The disease is caused by a defect in a single gene, which increases the likelihood that gene therapy will succeed.
    • The gene is regulated in a simple, “always-on” fashion, unlike many genes whose regulation is complex.
    • The amount of ADA present does not need to be precisely regulated. Even small amounts of the enzyme are known to be beneficial, while larger amounts are also tolerated well.
Many human diseases are caused by defective genes. A few common examples:
Disease Genetic defect
hemophilia A absence of clotting factor VIII
cystic fibrosis defective chloride channel protein
muscular dystrophy defective muscle protein (dystrophin)
sickle-cell disease defective beta globin
hemophilia B absence of clotting factor IX
severe combined immunodeficiency (SCID) any one of several genes fail to make a protein essential for T and B cell function
  • It must be inserted in cells that can take up long-term residence in the patient. So far, this means removing the patient's own cells, treating them in tissue culture, and then returning them to the patient.
  • It must be inserted in the DNA so that it will be expressed adequately; that is, transcribed and translated with sufficient efficiency that worthwhile amounts of the enzyme are produced.
How does gene therapy work?
a "normal" gene is inserted into the genome to replace an "abnormal," disease-causing gene. A carrier molecule called a vector must be used to deliver the therapeutic gene to the patient's target cells. the most common vector is a virus that has been genetically altered to carry normal human DNA.
  • Adenovirus: A class of viruses with double-stranded DNA genomes that cause respiratory, intestinal, and eye infections in humans. The virus that causes the common cold is an adenovirus.
  • [edit] Retroviruses: A class of viruses that can create double-stranded DNA copies of their RNA genomes. These copies of its genome can be integrated into the chromosomes of host cells. Human immunodeficiency virus (HIV) is a retrovirus
  • [edit] Adeno-associated viruses: A class of small, single-stranded DNA viruses that can insert their genetic material at a specific site on chromosome 19.
  • [edit] Herpes Simplex Virus: A class of double-stranded DNA viruses that infect a particular cell type, neurons. Herpes simplex virus type 1 is a common human pathogen that causes cold sores.
Non-viral methods
Non-viral methods present certain advantages over viral methods, with simple large scale production and low host immunogenicity being just two. Previously, low levels of transfection and expression of the gene held non-viral methods at a disadvantage; however, recent advances in vector technology have yielded molecules and techniques with transfection efficiencies similar to those of viruses.
Naked DNA
This is the simplest method of non-viral transfection. Clinical trials carried out of intramuscular injection of a naked DNA plasmid have occurred with some success; however, the expression has been very low in comparison to other methods of transfection.
Hybrid methods
Due to every method of gene transfer having shortcomings, there have been some hybrid methods developed that combine two or more techniques. Virosomes are one example; they combine liposomes with an inactivated HIV or influenza virus. This has been shown to have more efficient gene transfer in respiratory epithelial cells than either viral or liposomal methods alone. Other methods involve mixing other viral vectors with cationic lipids or hybridising viruses.
Diseases threated
Cancer, cystic fibrosis, Haemophilia, muscular dystrophy, sickle cell anemia, diabetes, etc.
Problems and ethics
  • Short-lived nature of gene therapy – Problems with integrating therapeutic DNA into the genome and the rapidly dividing nature of many cells prevent gene therapy from achieving any long-term benefits. Patients will have to undergo multiple rounds of gene therapy.
  • Immune response –The risk of stimulating the immune system in a way that reduces gene therapy effectiveness is always a possibility. Furthermore, the immune system's enhanced response to invaders that it has seen before makes it difficult for gene therapy to be repeated in patients. Other concerns include the possibility that transferred genes could be “overexpressed,” producing so much of the missing protein as to be harmful; that the viral vector could cause inflammation or an immune reaction; and that the virus could be transmitted from the patient to other individuals or into the environment.
  • Problems with viral vectors – Viruses present toxicity, immune and inflammatory responses, and gene control and targeting issues. Viruses cause disease, infect more than one type of cell. They might infect healthy cells as well as cancer cells.In addition, when viruses or liposomes are used to deliver DNA to cells inside the patient's body, there is a slight chance that this DNA could unintentionally be introduced into the patient's reproductive cells. If this happens, it could produce changes that may be passed on if a patient has children after treatment.
  • Multigene disorders – Conditions or disorders that arise from mutations in a single gene are the best candidates for gene therapy. Unfortunately, some of the most commonly occurring disorders, such as heart disease, high blood pressure, Alzheimer's disease, arthritis, and diabetes, are caused by the combined effects of variations in many genes. Multigene or multifactorial disorders such would be especially difficult to treat effectively using gene therapy.
  • Chance of inducing a tumor (insertional mutagenesis) - If the DNA is integrated in the wrong place in the genome, for example in a tumor suppressor gene, it could induce a tumor.

Rabu, 05 Januari 2011

Telur Columbus ..

bicara tentang "telur columbus", jadi inget sama salah satu dosen di kampus saya yang sekitar 6 bulan yang lalu menerangkan pertama kali pada saya tentang arti filosofi telur columbus ini :)




IDE, khususnya ide kreatif terkadang sangat sulit bagi saya untuk bisa memikirkannya atau bahkan hanya terlintas dipikiran saya pun terasa agak cukup sulit. tapi, kalau udah ngedenger atau ngeliat ide yang dicetuskan orang lain, sering banget bibir saya terucap, "ah, kalau gitu mah saya juga bisa, simpel!", padahal kalau kita coba sendiri untuk memikirkan ide tersebut, belum tentu kita bisa kepikiran..

inilah yang disebut dengan "Telur Columbus",
ceritanya,
ada dua orang pria yang salah satunya adalah tuan Columbus, Columbus bertanya kepada seorang pria yang sedang bersamanya, "apakah kamu tau bagaimana caranya untuk membuat telur yang berbentuk oval ini dapat berdiri tegak diatas meja?".
sang pria itu pun terdiam kebingungan, memikirkan bagaimana caranya agar dapat membuat telur itu berdiri tegak diatas meja. tak satupun ide terlintas dipikiran pria tersebut, sampai akhirnya pria itu menyerah dan berkata, "ah, mana bisa telur yang bentuknya oval hampir bundar itu diberdirikan tegak diatas meja!memang kau bisa melakukannya?"
Columbus hanya tersenyum, dan Columbus langsung mengambil telur tersebut, kemudian Columbus memegang ujung atas telur sambil memberdirikan telur tersebut diatas meja. lalu Columbus menekan ujung atas telur tersebut sampai permukaan ujung bagian bawah telur yang menempel pada meja itu retak dan pecah. saat itulah telur yang dianggap mustahil untuk dapat diberdirikan, oleh Columbus dapat diberdirikan.

kemudian sang pria yang bersama Columbus itupun berkata, "ah, kalau begitu juga saya bisa!!! hal yang sangat simpel!"
inilah permasalahan yang sering timbul di dalam diri saya. ini bukan masalah ide simpel yang muncul dari seseorang yang selalu dianggap orang lain yang mengetahuinya berkata "ah, kalau begitu juga saya bisa!!! hal yang sangat simpel!", tapi masalahnya adalah "apakah kita bisa, mampu untuk mengeluarkan ide tersebut dari pemikiran kita kalau sebelumnya kita tidak mengetahuinya bahkan memikirkannya?"

dari pengalaman ini, dapat diambil kesimpulan bahwa,
mengeluarkan ide dan berpikir kreatif itu tidak harus selalu suatu ide yang sangat wah, sangat inovatif, sangat hebat, tapi keluarkanlah ide apapun meskipun itu suatu hal yang sangat sederhana. karena, belum tentu orang lain mampu berpikir seperti apa yang kita pikirkan ^^

Things to Know as a Pharmacist :)



 

Keterangan:
KI: Kontra Indikasi
IO: Interaksi Obat
ES: Efek Samping
XX: faktor lain
NF: faktor Non Farmakologi (non obat)

1. Analgesik-antipiretik(demam reaksi tbh utk ttp normal klo klbhn atau krg panas)
KI hipertensi(cepat koagulasi darah),asma(leukotrien tinggi akibat hambatan COX),gangguan hati(parasetamol krna dicerna di hati)
ES ngantuk,tremor,deg2an,keringatan,oto kaku,mata berair,tek drh naik
NF kompres di dahi dgn air hangat

2. Batuk
KI tek.drh rendah,jantung
ES dm,tukak,alergi
NF makan makanan hagat berkuah spt sop ayam,jahe panas,banyak minum,kurangi makanan berminyak,mkn buah2an

3. pilek
KI tek.drh rendah,jantung
ES dm,tukak,alergi
NF banyak olahraga dan menghirup udara segar,makan makanan berkuah hangat spt sop ayam,byk minum,jahe panas seduh,makan buah,makanan mngandung bawang putih. Pencegahan: menutup hidung saat bersin,cuci tangan,rileks,yoghurt

4. Diare
XX oralit 1bks dlm 1gls 200cc, air teh+2cth gula+seujung cth garam
NF byk minum,hindari susu,cuci tgn sblm&ssudah mkn&bab,anak ttp disusui ASI,minum yoghurt,mkn yg lembek dan tidak berperasa,mkn makanan bersih,jus buahoralit utk anak<2 2jm prtma 2gls-stgh jm brktnya 1gls,anak 2-12 ajm prtma 4gls-stgh jm brktnya 1gls,anak>12 2jam prtma 6gls-stgh jm brktnya 1gls

5. konstipasi
NF byk mkn sayur,minum mnuman brserat,byk mkn buah,jus,makan mknan lembek

6. Maag
IO antasid-antiH2&antasid-PPI(boleh dipake bareng asal pengkonsumsian berjangka, intunya antasid dengan obat apapun kalo dipake barengan akan menurunkan absorpsi obat lain di lambung),kontrasepsi oral,NSAID
ES mual,muntah,prt pnh
XX jgn dminum sm jus/minuman asam
NF hindari asam,pedas,kopi,alkohol,rokok,stres,pola makan ga traturdisarankan olahraga,makan sdkt2 tp sering,makan yg lembek2

7. Asma
KI diabetes,jantung,tukak,konstipasi,hamil
XX stelah gejala hilang apa dosis hrs diturunkan perlahan(obat kortikosteroid),tapi kalo asma yang pake obat ini emang penggunaanya terus2an(asma non alergi,juga biasanya kalo lagi kambuh dikasi obat non kortikosteroid kayak ventolin biasa,kalo lagi ga kambuh diobati pake obat kortikosteroid)
NF kurangi keletihan fisik,jgn trlalu kecapean,hindari tmpat berdebu,latihan fisik scara tratur,hindari rokok,aktivitas di tempat ber AC,kurangi makanan bergetah spt anggur smangka,hindari susu sapi,ikan,kacang,royal jeli,kurangi mknan karbohidrat,lemak,protein yg bntk asam,mkn yg btk basa spt sayur hijau,buah,minum 6-10 gls/hr,hindari nasi,gula,yoghurt,kopi,alkohol,

8. Hipertensi
KI jangan dikonsumsi malam hari(golongan diuretik kalo malam bisa bikin ngompol)
XX faktor resiko: stres,obesitas,nutrisi,rokok,olahraga krg
NF pnurunan bb,diet,aerobik,alkohol dikurangi,tdk merokok,hindari makanan garam

10. Alergi
NF hindari sumber alergen,

11. Migren (terjadi dilatasi pembuluh darah,aliran darah jadi rendah dan suplai oksigen kurang)
KI sumbatan pembuluh darah(karna nanti saat obat bekerja,pembuluh darah akan berkonstriksi,kalo ada sumbatan akan memperparah keadaan sumbatan,bisa pecah pembuluh darahnya)

12. Vertigo (bisa karna stres,ada gangguan di telinga-keseimbangan,tubuh tdk seimbang)
KI tukak,asma

13. Kulit
XX faktor resiko: obesitas,dm,malnutrisi
NF brsihkan dgn sbun antibakteri,kompres air garam,mandi 2x sehari,

14. Anemia
XX faktor resiko: malnutrisi
NF perbaikan nutrisi dgn ikan,unggas,sayur

15. DM
KI jangan dikonsumsi malam hari karna bisa terjadi hipoglikemik karena slama tidur ga ada asupan makanan(gula), jangan dikonsumsi juga obatnya kalo belum makan-takut kena hipoglikemik

16. kolesterol
KI dikonsumsi malam hari karna pembentukan kolesterol terjadi malam hari

17. antibiotik kombinasi asam klafulanat dan amoksisilin harus disimpan di kulkas dan disimpan krg dari 14 hari.

#1st matter for 8EC - story telling


Characteristics of a good story:
·  A single theme, clearly defined
·  A well developed plot
·  Style: vivid word pictures, pleasing sounds and rhythm
·  Characterization
·  Faithful to source
·  Dramatic appeal
·  Appropriateness to listeners 

Preparation:
Once you settle on a story, you will want to spend plenty of time with it. It will take a considerable period of time and a number of tellings before a new story becomes your own.

·  Read the story several times, first for pleasure, then with concentration.
·  Analyze its appeal, the word pictures you want your listeners to see, and the mood you wish to create.
·  Research its background and cultural meanings.
·  Live with your story until the characters and setting become as real to you as people and places you know.
·  Visualize it! Imagine sounds, tastes, scents, colors. Only when you see the story vividly yourself can you make your audience see it!

#1st matter for 8EC - speech

SPEECH
1.      Approach the podium confidently and put your notes in a place where you can see them easily.
  1. Stand up straight with your feet shoulder-width apart. Look at the audience, pause and begin speaking. If there is no microphone, project from your diaphragm, not your throat.
  2. Set the tone in your introduction with appropriate facial expressions and diction, and a specific mood (such as folksy or hard-hitting).
  3. Make eye contact with people in different parts of the audience, including the back row.
  4. Pause briefly after you state key points to allow the audience time to absorb the information. Also, use natural and relaxed hand gestures and facial expressions to emphasize certain points.
  5. Pronounce your words clearly and vary your rate, pitch and volume to keep the delivery lively.
  6. Refresh your memory by periodically glancing at your notes, but avoid reading from your notes directly unless you are reading a long quotation.
  7. Close your speech by thanking the audience and then confidently exiting the stage.

  1. Prepare. Write your speech well in advance, and remember to shoot for your target audience. Make sure you get to the place where you are giving your speech with time to spare. A backup copy of your speech is useful, even if just for peace of mind.
  2. Practice. Read your speech anytime you have the opportunity: to your friends, your family, or in the mirror. Try to memorize parts of your speech; this will leave you free to make eye contact.
  3. Don't panic. Relax. Take a deep breath. Being nervous will not help your speech-giving ability any.
  4. Voice is key. Keep your voice level and even. Don't go too fast or too slow. Enunciate clearly, and try to avoid having your voice crack. Drink a bit of water if you need to.
  5. Make eye contact. Don't speak to your podium. Look at your audience. This will also help to project your voice.
  6. Remember to smile! A smile will help put your audience - and you - at ease.

Tips

  • Remember to project and enunciate clearly. Don't mumble.
  • Don't get hung up on one little mistake. Relax, and remember: your audience is here to see you.
  • A speech has three parts: introduction, body, and conclusion. Your introduction should begin with a statement that gets the audience's attention, such as a shocking statistic (this works really well!) or a story. Your body should be organized into three main points.
  • Maintain eye contact.

Warnings

  • Don't practice inappropriate humor.

Selasa, 04 Januari 2011

I am a Pharmacist ^^ #3

OBAT SIRUP




No. Nama Kegunaan
1 acitral antasida, ulkus, tukak peptik, dispepsia
2 alco dekongestan, antiinfluenza, menghilagkan bersin karena flu
3 amoxsan antibiotik, infeksi
4 arcapec antidiare
5 benacol obat batuk
6 cefat antibiotik
7 celestamine alergi pernapasan, mata, dan kulit
8 clabat antibiotik, infeksi
9 claritin rinitis alergi
10 curvit vitamin B
11 damaben obat saluran cerna
12 elkana masa pertumbuhan, penyembuhan, melancarkan metabolisme, hamil, menyusui, kurang vitamin dan kalsium
13 epexol obat asma, bronkitis
14 euphilin asma bronkial
15 hypofil hiperkolesterolemia, dapat mencegah penyakit jantung koroner
16 imboost peningkat kekebalan tubuh
17 inadryl obat batuk alergi, batuk berdahak, hidung tersumbat
18 INH ciba anti TBC
19 intermoxil antibiotik, infeksi
20 interpec obat bronkitis, asma, bronkitis asma
21 intunal obat flu dan demam, sakit kepala, batuk pilek
22 mucos obat asma, bronkitis
23 musin obat tukak peptik, gastritis
24 OBH combi mukolitik dan ekspektoran
25 rimactane obat TBC dan lepra
26 ryzen obat rinitis alergi, alergi
27 sanadryl batuk berlendir disebabkan alergi
28 sanmol analgesik, rasa sakit termasuk sakit kepala, gigi, demam disertai influenza dan demam setelah imunisasi
29 TB vit 6 obat TBC
30 thiamycin antibiotik, tifus, ISPA, meningitis, tifoid, paratiroid, infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, bruselosis, salmoonella sp, riketsiosis, meningitis, infeksi berat lainnya
31 transpulmin obat batuk
32 tremenza obat flu alergi
33 trifed obat flu alegi saluran nafas atas
34 ventolin antitusif, flu, batuk